Kamis, 29 September 2011

Wireless Mesh

Pengertian Wireless
Wireless Technology atau teknologi nirkabel, atau lebih sering disingkat
wireless adalah teknologi elektronika yang beroperasi tanpa kabel. Wireless
technology dapat dimanfaatkan untuk komunikasi, dan pengontrolan misalnya.
Untuk komunikasi, dikenal wireless communication yaitu transfer informasi,
berupa apapun, secara jarak jauh tanpa penggunakan kabel misalnya ponsel,
jaringan komputer nirkabel dan satelit. Pengontrolan secara jarak jauh tanpa kabel
adalah salah satu contoh teknologi nirkabel. Misalnya penggunaan remote TV,
mobil kontrol, dan remote untuk membuka pintu garasi mobil. Masyarakat sudah
akrab dengan teknologi nirkabel. Baik karena masyarakat menggunakan ponsel
ataupun karena mulai banyak yang mengakses Internet melalui layanan hotspot.

Mengenal Wireless Mesh

Saat ini teknologi Wireless LAN (WLAN) menjadi semakin populer sebagai salah satu pilihan dalam menyediakan akses internet nirkabel pada lingkungan perusahan, kampus, pemukiman, ruang publik, dll. Wireless Mesh sebagai salah satu inovasi varian dari teknologi WLAN menawarkan suatu solusi yang unik karena dapat menggantikan ataupun memperkaya kemampuan infrastruktur jaringan internet yang telah ada, baik yang berbasis kabel maupun nirkabel, secara lebih efektif dan efisien karena mampu mencakup daerah layanan yang lebih luas dan sulit dijangkau tanpa mengesampingkan faktor sekuriti, mobility, dan QoS.

Wireless Mesh berkembang dengan memadukan antara standar Wireless LAN 802.11 a/b/g (lihat artikel sebelumnya mengenai Perbandingan Standar WLAN a/b/g). Secara teknis standar 802.11a (frekuensi 5,8 GHz) digunakan untuk menghubungkan antar AP sedangkan standar 802.11b/g berfungsi menghubungkan device klien ke AP.

Wireless Mesh hampir mirip dengan konfigurasi repeater mode, namun lebih diperluas lagi. AP yang digunakan tidak terbatas hanya 2 AP namun sudah tergolong banyak bisa lebih dari 2 AP. Hubungan antar AP tidak harus point-to-point dan menggunakan jaringan fisik namun sudah ke arah Multi point dan wirelessly.

Konfigurasi

Konfigurasi Wireless Mesh mirip dengan konfigurasi Wireless LAN biasa. Yang membedakan pada WLAN biasa AP terhubung melalui kabel ke jaringan intranet/internet melalui HUB/switch dan pada Wireless Mesh tidak semua AP tersambung langsung melalui kabel ke HUB/switch. Pada Wireless Mesh memungkinkan hubungan antar AP melalui jaringan wireless seperti pada jaingan Point-to-Multipoint. Selain untuk memperluas jangkauan, AP juga dapat tersambung langsung ke client.


Karakteristik Jaringan Wireless Mesh

Pada dasarnya solusi Wireless Mesh ini dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan teknis pada teknologi WLAN generasi pertama di mana koneksi antara setiap Access Point dengan Switch masih sangat tergantung pada jaringan kabel ethernet dan secara tidak langsung dapat memberikan solusi berbasis teknologi WLAN yang lebih efektif dan efisien. Kendala implementasi terbesar akan muncul ketika daerah yang ingin dicakup sangat luas, terbuka, dan sulit diakses oleh jaringan kabel ethernet, seperti daerah outdoor. Selain itu jaringan kabel ethernet yang dibutuhkan untuk menghubungkan Access Point dengan Switch ini secara teknis juga memiliki limitasi jarak.

Solusi Wireless Mesh memperkenalkan suatu konsep dengan komunikasi nirkabel antar Access Point sebagaimana digambarkan pada Gambar 3.


Karakteristik dan kelebihan solusi Wireless Mesh antara lain:

1. Memberikan nilai tambah dalam mengawali dan mengembangkan bisnis akses internet nirkabel berkecepatan tinggi.

a. Solusi ini mampu mendukung fitur sekuriti dan mobility

b. Solusi ini mampu mendukung tingkat QoS yang cukup baik untuk menjalankan aplikasi triple play yaitu penggabungan suara, data, dan video dalam satu infrastruktur

c. User terminal seperti handset, PDA, Laptop, dan PCMCIA yang mampu mendukung teknologi WLAN berbasis IEEE 802.11b/g semakin mudah diperoleh, umum digunakan, dan terjangkau.

2. Mengurangi biaya kapitalisasi, instalasi, dan operasional.

a. Menggunakan koneksi nirkabel yang lebih ekonomis untuk koneksi antar Access Point dan Access Point dengan User Terminal.

b. Kemampun auto-configuration, self-organizing, dan self-healing yang memungkinkan penekanan biaya instalasi dan operasional.

c. Penyederhanaan sistem manajemen network yang tersentralisasi.

3. Solusi yang sangat fleksibel dan efisien jika dilihat dari kapasitas end user dan data rate yang dapat ditawarkan, luas daerah yang dapat dicakup indoor maupun outdoor, serta berbagai aplikasi yang dapat ditawarkan. Keuntungan penerapan Wireless Mesh ini adalah kemampuan dalam mengcover suatu area dan fleksibilitas dalam instalasinya

Komponen Jaringan Wireless Mesh

Arsitektur jaringan Wireless Mesh terdiri dari 3 elemen utama:

1. Access Point

Access Point berfungsi mengumpulkan, mendistribusikan, dan merutekan data trafik dalam daerah cakupannya. Access Point juga berfungsi menjaga keamanan dan keabsahan konektivitas suatu Access Point dengan Access Point lainnya dan suatu Access Point dengan User Terminal. Access Point pada Wireless Mesh terdiri dari dua subsistem:

Access Link � menyediakan konektivitas antara Access Point dengan User Terminal yang dikembangkan berdasarkan standar IEEE 802.11b/g yang beroperasi pada band frekuensi 2.4 GHz dan mampu mendukung akses data rate hingga maksimum 54 Mbps.

Transit Link � menyediakan konektivitas antara suatu Access Point dengan Access Point lainnya dan/atau ke jaringan distribusi berbasis kabel ethernet. Link ini dikembangkan berdasarkan standar IEEE 802.11a yang beroperasi pada band frekuensi 5.8 GHz dan mampu mendukung akses data rate hingga maksimum 54 Mbps.


2. Wireless Gateway

Wireless Gateway berfungsi memfasilitasi koneksivitas ke WAN (intranet/internet) publik dan reach ablility pada jaringan distribusi. Wireless Gateway juga berfungsi sebagai titik sentral pelaksanaan fitur mobility dan sekuriti.

Fitur mobility pada Wireless Gateway memungkinkan terjadinya proses perpindahan user dari satu Access Point ke Access Point lainnya tanpa harus kehilangan konektivitasnya. Semantara fitur sekuriti pada Wireless Gateway berfungsi sebagai lapisan kedua proses sekuriti jaringan yang juga didukung oleh standar IEEE 802.11a/b/g pada level access link dan transit link. Sekuriti jaringan antara Access Point dan Wireless Gateway ini diwujudkan melalui implementasi IPSec tunnel protocol.

3. Network Operations Support System (NOSS)

Network Operations Support System (NOSS) berfungsi menyediakan sistem manajemen dan administrasi yang tersentralisasi untuk memonitor dan mengatur performansi dan konfigurasi seluruh elemen jaringan Wireless Mesh. Beberapa bagian penting dari NOSS antara lain:

Optivity Network Management System (ONMS) - yang berfungsi sebagai titik sentral pelaksanaan sistem manajemen bagi seluruh elemen jaringan Wireless Mesh.

Industry-standard: FTP, RADIUS, DHCP, dan SNTP Server.

Perencanaan Wireless Mesh

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merancang jaringan Wireless Mesh:

Setiap Access Point harus terhubung paling sedikit dengan dua Access Point lain (dua koneksi Transit Link) untuk mendukung fitur self-healing dan proses re-routing jika ada Access Point yang bermasalah.

Untuk memaksimalkan perfomansi jaringan, dua atau lebih Transit Link harus terhubung dengan Access Point @ NAP; yaitu Access Point yang memiliki hubungan langsung (via kabel ethernet) dengan jaringan distribusi berbasis kabel ethernet.

Kapasitas jaringan dan data rate yang ingin dicapai.

Jarak antar Access Point dan luas daerah yang dapat dicakup oleh satu Access Point yang didasarkan pada karakteristik radio propagation pada daerah yang ingin dicakup.

Tabel 1. Estimasi Jarak Maksimum

Instalasi jaringan Wireless Mesh terutama pada sisi Access Point relatif lebih sederhana karena setelah proses instalasi dan pencatuan daya, Access Point mampu melakukan proses Transit Link auto-discovery, auto-configuration, dan self-organizing. Beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum instalasi Access Point pada jaringan Wireless Mesh antara lain:

Perencanaan skema IP Addressing

Instalasi dan konfigurasi komponen manajemen sistem (NOSS)

Instalasi dan konfigurasi Wireless Gateway

Instalasi dan konfigurasi Access Point @ NAP

Contoh Aplikasi dan Implementasi Jaringan Wireless Mesh

Beberapa contoh penerapan solusi Wireless Mesh:

1. Enterprises

Solusi Wireless Mesh dinilai paling efisien dalam menyediakan atau mempeluas daerah layanan akses internet nirkabel baik indoor maupun outdoor.

Di lingkungan Universitas, sekolah, perusahaan, pabrik, rumah sakit, bandara, hotel, convention centres, pusat perbelanjaan, gelanggang olahraga, taman, dll

Instalasi sementara dimana akan diselenggarakan event-event khusus seperti pameran, pekan olah raga, usaha pemulihan dari peristiwa bencana, dll.

2. Penyedia Jasa Internet

Solusi yang mampu meningkatkan pendapatan dan produktifitas usaha jika dilihat dari kapasitas, data rate, luas daerah cakupan, jenis aplikasi, dan berbagai skenario billing yang dapat ditawarkan

3. Pemerintahan dan Militer/Kepolisian

Untuk meningkatkan kinerja instansi pemerintah dan kualitas public safety bagi warganya, menstimulasi pertumbuhan bisnis di suatu kota atau daerah wisata, dan menyediakan layanan internet di daerah pemukiman penduduk, urban maupun rural.

Beberapa contoh implementasi jaringan Wireless Mesh adalah di beberapa lokasi sebagai berikut :

1. NASA Kennedy Space Station�s Joint Industry Press Center (JIPC)

Implementasi ini bertujuan untuk menyediakan solusi jaringan akses internet nirkabel yang mampu mendukung mobilitas para jurnalis di daerah indoor maupun outdoor Kennedy Space Centre. Solusi Wireless Mesh memungkinkan para jurnalis mengakses jaringan internet dengan menggunakaan laptop atau PDA-nya dan berpindah dari satu area press release ke area press release lainnya tanpa harus kehilangan konektivitasnya.

2. University of Arkansas

Solusi Wireless Mesh memungkinkan para mahasiswa mengakses jaringan internet dan intranet dari setiap sudut kampus baik indoor maupun outdoor dan berpindah dari satu daerah ke daerah lain dalam ruang lingkup kampus tersebut tanpa harus kehilangan konektivitasnya.

3. Taipei City\'s \"M-City\" (Mobile City)

Implementasi ini bertujuan untuk menyediakan layanan broadband akses internet di stasiun-stasiun yang padat penumpang, gedung-gedung perkantoran dan perdagangan, serta lokasi-lokasi penting lainnya di kota Taipei dan diyakini sebagai implementasi jaringan Wireless Mesh terbesar saat ini. Solusi Wireless Mesh meliputi 10.000 Access Point yang akan mencakup 272 km2 daerah layanan dan melayani sekitar dua juta penduduk Taipei.

Kesimpulan

Beberapa hal yang bisa diambil sebagai kesiumpulan artikel di atas adalah sebagai berikut :

1. Solusi Wireless Mesh merupakan varian dari WLAN yang ada yang dapat digunakan sebagai salah satu solusi untuk memenuhi pengguna internet wireless

2. Wireless Mesh sangat cocok bila digunakan tidak hanya untuk solusi indoor saja namun juga untuk area coverage outdoor

3. Teknologi Wireless Mesh memadukan antara teknologi WLAN dengan standar IEEE 802.11 a/b/g

4. Pada Wireless Mesh dikenal 2 tipe koneksi yaitu access link dan transit link


Sumber :
- lecturer.ukdw.ac.id/othie/Ponsel.pdf
- http://www.ristinet.com/index.php?ch=8&lang=&n=321&page=2

2 komentar:

  1. Terima kasih ya gan atas artikelnya, thanks for sharing :) inspiratif..!!!

    BalasHapus
  2. Mulai ada pencerahan..
    Tapi mungkin sulit untuk mengubah teknologi jaringan star ke mesh

    Apakah semua device AP bisa menerapkan topologi mesh

    BalasHapus